Dilema
Mempunyai banyak teman itu indah, asyik, menyenangkan. Tapi taukah apa yang sedang kurasakan sekarang? Ya..aku dilema, bukan karena aku menyukai mereka ataupun sebaliknya, bukan. Dua sahabat perempuanku saat ini sedang dekat dengan laki-laki. Oh mungkin kalian fikir aku dilema karena aku tak bisa seperti mereka? Itu juga salah, aku tidak merasa iri sedikitpun, justru yang membuatku dilema adalah mereka berdua dekat dengan laki-laki yang sama. Memang awalnya ada seorang temanku yang menunjukkan foto laki-laki itu, kemudian temenku A mengeadd fbnya, lalu menginvite bbmnya. Setelah hari itu, temenku yang B mengupdate status yaa tentang bbm gtu, ceklist lah, apalah gitu. Pagi harinya setelah masuk sekolah, anak-anak perempuan kelasku mengerumuni temenku B, entah aku juga tak tahu apa yang terjadi. Dengan muka tanpa salah, aku ikut nimbrung, dan ternyata temenku B juga menginvite bmnya laki-laki itu, bahkan ia sering bbm sama laki-laki itu dan nge-ping laki-laki itu. Oh Tuhan, cukup kaget juga diriku. Apa yang akan dikatakan si A jika dia tahu bahwa B sudah lebih dulu dekat dengan laki-laki itu. Benar saja, tak berapa lama dia muring-muring di hadapanku, seolah aku yang salah. Berulang kali dia marah-marah, namun di depan B ia hanya bisa mengatakan ciee. Pagi harinya lagi dia menceritakan semuanya, yang intinya dia kesal dengan B tapi dia masih nggak enak mau ngomong. Kukira dia tak ikut nge-bm laki-laki itu, tapi nyatanya dia ikut nge-bm. Ya Tuhan, aku harus bagaimana? Yakin gak yakin pasti bakal ada korban yang terluka. Namun, saat aku ngobrol sama B, aku lihat dengan jelas dari sorot matanya, dia begitu bahagia dekat dengan laki-laki itu, seakan-akan laki-laki itu penyemangat barunya, aku tak mungkin tega mengatakan agar dia meninggalkan laki-laki itu. Ya Tuhan, aku harus bagaimana? Sementara temenku yang A juga dekat dengan laki-laki itu tanpa sepengetahuan si B. Tetapi aku begitu heran ketika A bisa bertindak seakan-akan tak ada apa-apa yang terjadi, padahal? Yaampun, aku harus bagaimana? --(
Komentar
Posting Komentar